ADVERTORIAL

Rapat Pripurna HUT Ke-83 Kota Metro, Ketua DPRD Metro Tondi MG Nasution Meminta Pemkot Untuk Evaluasi Kinerja

Kota Metro  (DB)– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro mengadakan rapat paripurna perayaan HUT ke-83 Kota Metro yang dilakukan melalui telekonferensi di ruang sidang DPRD, Selasa siang, 9/6/2020.
Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Metro Tondi Nasution dan dihadiri 25 anggota DPRD Kota Metro. “Selamat HUT ke-83 Kota Metro, semoga Kota Metro dapat lebih baik lagi di segala bidang terutama di bidang pendidikan dan pariwisata,” kata Tondi.
Tondi berharap pemerintah Kota Metro jangan terlalu berbangga diri atas apa yang sudah dicapai, namun harus dapat benar-benar mengevaluasi apa yang belum tercapai.
“Kota Metro sudah baik tapi untuk menyerap aspirasi masyarakat masih perlu evaluasi, mengingat beban ke depan masih banyak tantangan, hambatan dan berbagai macam harapan tuntutan masyarakat. Hal itu perlu kerja sama masyaraka yang dinamis dengan eksekutif, legislatif di semua lapisan,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Metro yang hadir dalam rapat paripurna tersebut, Tri legowo, mengatakan Kota Metro adalah kota pendidikan dan kebudayaan. Sayangnya belum punya ruang peremajaan di bidang itu.
“Untuk antusias masyarakat mengenyam pendidikan di Kota Metro sangat pesat, namun untuk fasilitas pendukung penting belum ada, seperti peremajaan perpustakaan atau museum sejarah dan kebudayaan,” ujarnya.
Tri legowo juga menjelaskan, untuk sejarah dan kebudayaan di Kota Metro sudah mulai hilang.
“Untuk sarana pendukung, nyaris tidak ada. Contoh sejarah Kota Metro saja, tidak ada yang bisa menunjukkan benda atau peninggalan sejarah perjalanan Kota Metro dan masyarakat mulai tidak peduli karena pemerintah juga kurang perhatian untuk ke situ,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan tokoh masyarakat Darma Setyawan yang juga dosen di salah satu universitas negeri di Kota Metro.
“Metro sudah maju tapi untuk kebudayaan nyaris tenggelam, kenapa saya katakan begitu, masyarakat sekarang diarahkan bagaimana menjadi pintar namun hanya sebagai pekerja. Contoh bagaimana cara menjadi PNS, mereka lupa bagaimana budaya mengajar kita bercocok tanam, mengenal sejarah atau pengembangan seni budaya khas Lampung atau kuliner khas sendiri, inilah yang menjadi PR pemerintah. Bila itu diterapkan maka akan berpengaruh besar terhadap bidang ekonomi di mana investor berlomba masuk ke Kota Metro karena kota ini punya destinasi budaya serta kuliner khas yang menarik untuk dikunjungi,” jelasnya. (rls/tim)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button