DAERAHHukum dan KriminalTulang Bawang Barat

Penganiayaan Oleh Oknum Kepala Tiyuh Di Pantau Polda Lampung

 

 

Tulang Bawang Barat (db)- Polda Lampung Pantau Kasus Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Kades di Tubaba
Minggu, 16 Januari 2022.
Sudah sekitar setengah bulan perjalanan, jajaran Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus mendalami kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh TB Oknum Kepalo Tiyuh (Kades) Kibang Budijaya Kecamatan Lambu Kibang bersama istrinya KR terhadap warganya berinisial KK yang merupakan seorang perempuan. 16/1/22

Laporan bermula pada 30 Desember 2021 KK bersama ayah dan ibu beserta anaknya yang masih berusia 5 tahunan dipanggil TB Oknum Kepalo Tiyuh Kibang Budijaya ke rumahnya untuk membahas persoalan administrasi desa terkait tanah yang dibeli KK dari Mustakim.

Dikediaman TB malam itu sekitar pukul 20.00 terjadilah pemukulan terhadap KK yang ditenggarai dilakukan oleh TB dan KR. Karena, KK merasa dirugikan baik secara finansial terlebih tanah tersebut hendak diambil cuma-cuma oleh TB dengan alasan aset desa, meskipun KK telah membayar 8 juta untuk balik nama sertifikat atas tanah tersebut.

Kasus ini rupanya menjadi prioritas bagi jajaran penegak hukum di institusi Polri. Sebab, KK yang merupakan sebagai pelapor/korban terus berupaya mencari keadilan. Sebab, ia merasa bukan hanya kerugian secara materi yang dideritanya, melainkan secara psikis, semenjak kejadian itu KK mengaku trauma bahkan sempat di rawat selama 4 hari di Rumah Sakit.

“Saya masih percaya dengan upaya hukum di Polres Tubaba. Maka dari itu, sebagai bentuk keinginan saya untuk mendapatkan keadilan, saya telah mengirim surat kepada Kapolri, Komnas Perempuan, Kapolda, Bupati, dan banyak pihak yang menurut saya bisa mengapresiasi kinerja Penyidik Polres Tubaba dalam kasus yang menimpa saya ini,”ujar KK kepada wartawan, Minggu (16/1/2022).

Polda Lampung pun memantau proses penyelidikan kasus penganiayaan terhadap perempuan itu. Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menyarankan agar wartawan terus berkomunikasi dengan Kapolres Tubaba untuk mengetahui perkembangan kasus itu. “Silahkan hubungi Kapolres Tubaba,”singkatnya.

Sementara, AKP. Fredy Aprisa Putra Parina selaku Kasatreskrim Polres Tubaba, saat dimintai keterangan terkait perkembangan proses penyelidikan kasus ini menurut dia pihaknya terus mendalami dengan teliti dan cermat.” Sedang riksa (pemeriksaan) saksi-saksi. Lebih jelas ke kantor saja,”tukasnya.

Beberapa waktu lalu Majril, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tubaba juga menegaskan, pihak media agar jangan bermain-main dalam memberikan keterangan.

Hal ini diutarakan Majril, lantaran informasi yang berkembang akan ada upaya permainan pada bukti visum awal kejadian. “Terimakasih infonya. Nanti kita tindaklanjuti atas informasi tersebut,”pungkasnya. (TIM)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button