Berita TerkiniDAERAHLAMPUNGPemerintahanTulang Bawang Barat

Perkuat Infrastruktur Kesehatan, Bupati Tubaba Hadiri Penandatanganan Kontrak Pembangunan RSUD Batch-3

Rabu 11/3/2026

Tulang Bawang Barat (db) – Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Ir. Novriwan Jaya, S.P., menghadiri kegiatan strategis Penandatanganan Kontrak Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun Pembangunan/Renovasi RSUD. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pemenuhan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Bidang Kesehatan Batch-3 yang diinisiasi oleh Pemerintah Pusat.

​Acara yang dilaksanakan secara daring tersebut berlangsung di Aula Rapat RSUD Tubaba pada Rabu (11/03/2026). Dalam kesempatan ini, Tubaba menjadi salah satu dari delapan kabupaten/kota di Indonesia yang masuk dalam daftar pengembangan tahap ketiga, bersama dengan Bolaang Mongondow Utara, Muna Barat, Kota Tual, Musi Rawas Utara, Ogan Komering Ulu Selatan, Kepulauan Aru, dan Buru Selatan.

Turut mendampingi Bupati dalam agenda tersebut, Asisten III Bidang Administrasi Umum, Pemerintahan, dan Kesra Mirza Irawan Dwi Atmaja, S.Sos., MM; Kadis Kominfo Aidil A. Pattikraton, S.T.; Kadis Kesehatan Ns. Majril, S.Kep., M.M.; serta Direktur RSUD Tubaba dr. Pramono Satrio Wibowo.

​Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS, dalam sambutannya menekankan bahwa pembangunan ini merupakan instruksi langsung Presiden RI untuk memastikan kehadiran negara di seluruh pelosok negeri.

​”Pelayanan kesehatan jangan hanya dinikmati oleh orang-orang di kota besar. Masyarakat di kota terpencil dan daerah TPK (Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan) punya hak untuk mendapatkan layanan yang sama,” ujar dr. Azhar Jaya secara daring.

​Ia menjelaskan bahwa dari target 66 rumah sakit tipe C yang akan dibangun di seluruh Indonesia, 22 unit telah dikontrak pada tahun lalu dan sebagian besar akan diresmikan oleh Presiden pada April mendatang. Pembangunan RSUD Tubaba ini masuk dalam skema Quick Win PHTC, yang juga mencakup program penurunan angka tuberkulosis (TB) dan cek kesehatan gratis.

​Dalam arahannya, dr. Azhar memberikan peringatan tegas kepada para kontraktor dan kepala daerah agar menjaga integritas proyek ini. Ia menekankan bahwa proyek PHTC harus dilaksanakan secara bersih dan transparan.

“Saya tegaskan, ini proyek prioritas Bapak Presiden. Tidak perlu ada yang namanya setor-setor. Jangan main-main karena diawasi oleh semua pihak, termasuk Kejaksaan dan KPK,” tegasnya.

​Selain masalah integritas, kualitas teknis bangunan menjadi sorotan utama. Dirjen mengingatkan bahwa standar pembangunan rumah sakit jauh lebih rumit dibandingkan gedung kantor. Kebocoran pada ruang radiologi atau ketidakakuratan sistem tata udara dapat berakibat fatal pada pelayanan medis.

​Pemerintah Pusat tidak hanya memberikan bantuan fisik bangunan, tetapi juga akan menggelontorkan bantuan alat kesehatan (alkes) dengan nilai mencapai Rp50 miliar. Tujuannya adalah agar 60 hingga 70 persen kasus penyakit di daerah tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah.

​”Ke depan, masyarakat tidak perlu lagi mengungsi ke kota besar atau menghabiskan biaya tinggi untuk transportasi pesawat atau kapal laut hanya demi berobat. Kami hadirkan layanan yang merata,” tutup dr. Azhar.

​Dengan dimulainya kontrak ini, RSUD Tubaba diharapkan segera bertransformasi menjadi fasilitas kesehatan yang megah dan mampu memberikan standar pelayanan medis modern bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Related Articles

Back to top button