Pringsewu

Terkuak!!! Dana BOS SDN Sukaratu Diduga Banyak Ditilep Kepala Sekolah

Pringsewu (DB) – Kepala SD Negeri Sukaratu, Kecamatan Pagelaran diduga menilap dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang digelontorkan pemerintah pada tahun ajaran 2020 -2021. Total anggaran yang diterima sejak triwulan 1 smpai triwulan ke 3 sebesar Rp95.040.000.

Oknum Kepsek SDN Sukaratu Muhsinun diduga berani memanipulasi anggaran BOS pada beberapa item yang diduga fiktip dan di mark-up. Sedangkan selama di masa Pandemi Covid-19 siswa mengikuti proses belajar mengajar secara daring. Kesempatan itulah, yang dilakukan oleh pengelola sekolah tersebut untuk menyelewengkan anggaran.

Narasumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, anggaran dana BOS di SDN Sukaratu dugaan kuat banyak yang diselewengkan berkisar puluhan juta rupiah.

“Karena ada beberapa anggaran kegiatan yang dianggarkan dari dana BOS sekolah tersebut, namun berbagai kegiatan tersebut patut dipertanyakan realisasinya dugaan tidak dilaksanakan kegiatan anggarannya,” ungkap Narsum.

Rinciannya, SDN Sukaratu mendapat kucuran dana BOS pada tahun ajaran 2020 -2021 sebesar Rp95.040.000 selama triwulan 1 sampai triwulan ke 3. Yang dianggarkan untuk penerimaan murid baru sebesar Rp1.120.000, pengembangan perpustakaan Rp19.290.000, pembelajaran dan ekstrakulikuler yang anggarkan Rp554.500 dan Rp6. 217.000, total Rp6.771.500, kemudian pemeliharaan dan sarana prasarana Rp7250.500 dan Rp11.859.000 total Rp19.109.500. Selanjutnya, pengadaan alat multimedia Rp 600.000 dan Rp5.600.000 total Rp6.200.000.

Untuk dana triwulan I – triwulan III juga di anggarkan untuk Asesmen/evaluasi Rp8.097.000, administrasi kegiatan sekolah Rp9.802.000, langganan daya dan jasa Rp5.275.000, serta bayar honorer Rp16.798. 000.

Mushinun, Kepsek SDN Sukaratu saat dikonfirmasi berkilah, bahwa anggaran Dana BOS sudah sesuai dengan teknisnya.

Seperti untuk operasional guru honorer sebanyak 5 orang masing-masing Rp250.000 per bulan.

“Perawatan dan sarana prasarana sekolah kita gunakan kan untuk pembuatan tower dan pembelian keran serta sapu. Itupun kita anggarkan kurang lebih dari 3 juta,” kilahnya.

Sementara itu, pihaknya tidak menganggarkan untuk kegiatan ektrakulikuler selama 2020-2021, baik itu pramuka atau kegiatan lainnya.

“Begitu juga untuk pengembangan perpustakaan kita tidak menganggarkan biaya karna masih baru belum ada petugas atau pengelolanya,” ungkapnya.

Kemudian, untuk pengadaan alat multimedia, pihaknya mengatakan tidak pernah menganggarkan hal tersebut dan malah selama ini memakai alat yang lama saja.

“Pokoknya dana BOS itu sudah saya gunakan sesuai juknisnya. Kalau masalah anggaran yang lain saya gunakan untuk apa saja biar jadi urusan inspektorat,” tutupnya.(Subhan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button