Pembayaran Jasa Medis Terkatung-Katung, Pegawai RSUD Resah

PRINGSEWU – dibayarnya uang Jasa Medis bagi para pegawai di Rumah Sakit Umum Prinhsewu menjadi keluhan mengingat Hari raya sudah tinggal hitungan hari. Hal ini di sampaikan salah satu pegawai rumah sakit milik pemerintah tersebut Kamis,(27/3)
“Jasa medis berasal dari BPJS BKN, diberikan setiap bulan tapi bulan ini beda cara penghitungannya dari manajemen keuangan, kemudian muncul protes., uang sudah ada tinggal ditransfer tapi direktur tidak berani tanda tangan pencairan karena masih ada yang belum sepakat dengan cara penghitungannya,” ucap salah satu sumber yang enggan di sebutkan identitasnya tersebut
Padahal lanjut sumber, uang tersebut menjadi tumpuan untuk menghadapi hari raya nanti.
” Kami berharap ada langkah bijak dari Pimpinan kamidi Rumah Sakit, agar hak kami bisa segera di saluran,” tambahnya
Sementara itu direktur RSUD Pringsewu Dr. Andi Rahman saat di konfirmasi melalui sambungan telpon mengatakan bahwa buntunya kesepakatan dengan perwakilan dari bagian-bagian kepwgawaian di RS membuat penyaluran uang dari Jasa medis menjadi tertunda.
” Sebenarnya dari bulan januari ingin kami bayarkan namun berdasarkan usul temen temen (dokter) spesialis agar pembayarannya menggunakan sistem fee for sevice, yaitu pembayaran berdasarkan jumlah pasien yang dilayani, saat disampaikan sitem baru, ada beberapa bagian yang tidak bersepakat sehingga pembayaran Jasa medis tertunda,” jelas Andi.
Lebih lanjut andi menjelaskan bawa dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengadakan pertemuan agar pembayaran jasa medis bise segera tersalurkan.
” Sistem pembayaran yang kami ajukan baru berbentuk draf, jadi mungkin setelah lebaran ini kami akan kembali bicarakan dengan pihak yang tidak setuju agar ada titik temu,” kilah andi.(NA)